Puisi Untuk Kamu


Langit mulai tidak mendukung sementara HP ku terus berbunyi
"Aa jadi maen ke rumah neng enggak?" aku ragu untuk menjawabnya
Takut memberikan ketidak pastian dan akhirnya aku jawab
"Kalau hujannya sudah reda Aa pasti main ke rumah"

Aku sudah tidak memperhatikan langit lagi
Karna aku yakin sesaat lagi akan turun hujan
Dalam hati, apakah dia akan marah apabila aku tak jadi datang
Biarkan saja, lucu juga kalau dia sudah ngambek

Sudah banyak pesan yang masuk namun aku tak jawab
Dan aku yakin pasti dia bakalan ngambek
Akhirnya hujanpun turun mungkin hari ini tak akan menemuinya

Benar saja keesokan harinya dia pun ngambek
Saat aku datang ke rumahnya disambut dengan wajah yang surah
Hanya kata maaf yang bisa aku lontarkan
Disela pembicaraan diapun bertanya?
"Aa bisa bikin puisi? aku jawab 'Iya bisa memangnya kenapa?"
"Coba sekarang buatkan puisi buat Neng bisa enggk di tunggu deh 5 menit"
Namun pada saat itu memang aku tak bisa berbuat apa - apa
Dalam waktu 5 menit aku tidak bisa membuatkan sebuah puisi

Nah sekarang puisi ini buat kamu "Anna Relinna"

Kalau aku bicara tentang kamu sekarang
Tentunya banyak hal yang berubah antara kamu yang dulu dan sekarang
Dari penampilan pun sudah mencerminkan kedewasaan
Kamu yang sekarang sudah terbiasa berhias
Terlihat lebih anggun dan wangi saat di dekat kamu
Mungkin dulu aku sudah menyianyiakan
Terimakasih atas kesabaran dan mau menerimaku lagi


Sumber gambar = Saat kau jauh