Liburan Kali ini Cukup Untuk Mengobati Rasa Rindu

Dua tahun terakhir ini susah sekali untuk berlibur ke tempat kerja orang tua, kenapa? disaat libur kuliah tiba mereka udah pada pulang dari tempat kerjanya.Saking jauhnya tempat kerja belia bagi saya susah sekali untuk mengunjungi mereka. Tempat tinggal saya di Kuningan (Jabar) sedangkan tempat kerja kedua orang tua saya di Serang Banten cukup jauh bukan jarak yang harus di tempuh. Bila naik kendaraan umum lama dalam perjalanan bisa hampir seharian coba bayangkan bagaimana rasanya didalam mobil seharian full apabila tanpa berhenti untuk beristirahat. Karena sudah lama tidak berkunjung ke Serang pan**at saya sudah merasa pegal karena saking lamanya duduk. 

Sudah geser sana sudah geser sini namun masih tetap merasa pegal. Adapun teman sekelas merencanakan untuk berlibur ke pantai pangandaran saya coba tanya hari jadinya ternyata sedikit bentrok dengan keberangkatan saya untuk berkunjung ke tempat orang tua. Akhirnya dengan berat hati saya harus memilih diantara dua dan memilih untuk berkunjung ke tempat orang tua saya. Bicara tentang pantai semasa saya masih duduk di bangku SMK apabila liburan sekolah sudah tiba selalu berangkat ke tempat kerja orang tua yang ada di Banten. Tempat liburan yang sering di kunjungi adalah pantai Anyer. Pangandaran dan anyer sama - sama pantai mungkin ada sedikit perbedaan diantara keduanya yang terpenting adalah saya sudah pernah ke pantai untuk itu saya lebih memutuskan untuk tidak ikut ke pangandaran.

Selama liburan di Serang Banten ngapain aja si?

Karena ke pantai sudah sering jadi liburan sekarang hanya berdiam diri saja di tempat kontrakan. Tapi saya juga sempat untuk bantu - bantu kerja. Jam 2 pagi alarm sudah berdering Ayah yang lagi tidur nyenyak harus segera bangun dan pergi kepasar setelah ayah berangkat ke pasar jam 3.30 alarm kedua berbunyi itu punya ibu saya dan ibu sayapun yang lagi enak - enaknya tidur harus bangun dan mempersiapkan dagangannya. Kedua orang tua saya membuka kios warung nasi di kawasan Serang legok, tempatnya cukup ramai karna di depannya terdapat banyak ruko yang di isi oleh lising - lising.

Saya bangunnya yang paling akhir jam 4.30 baru bangun dan langsung melaksanakan shalat subuh, beres solat subuh saya lekas pergi ke warung nasi disana ada ibu saya yang sudah mulai memasak bumbu - bumbu yang sebelumnya sudah diracik. Bahan masakan yang ada di kulkas mulai di masukan kedalam kuali yang berisi racikan bumbu ada juga 2 pembantu. Dari pada saya tidak ada kerjaan dan berdiam diri saja di kontrakan akhirnya saya juga ikut membantu dengan membereskan beberapa sayuran seperti memetik cabe dan beberapa sayuran lainnya.

Jam 5 itu saya mulai bantu bantu di warung dan jam 8 baru selesai beresin sayuran, dari semua jenis sayuran yang ada yang paling lama dalam pengerjaannya adalah dalam memetik cabai. Bayangkan saja cabai 3kg harus di petikin satu - satu dan cabai yang dipetik pakangnya adalah cabai yang kecil - kecil yang biasa di pakai untuk membuat sambal. Terus ada lagi selain cabai yaitu mengupas bawang merah, jumlahnya tidak banyak si cuman 2kg saja tapi dalam hal mengupas bawang cukup membutuhkan waktu yang lama pula ditambah dengan mata perih kalau habis mengupas bawang. Pernah ketika saya sudah selesai mengupas bawang malah di tertawakan oleh kedua orang tua saya karna menangis saking pedihnya. Dan yang paling lama dari itu semua adalah memisahkan leunca dari pakangnya. Anda tau leunca? ini istilah dalam sunda dinamakan leunca bentuknya seperti terong kecil biasanya di masak dengan tempe atau dage. 

Selama dua minggu saya berada di serang banten dan harus kembali ke kota kuningan, berat rasanya meninggalkan ayah dan ibu saya lagi. Ketika saya sudah melihat tempat kerja kedua orang tua saya kini saya bisa merasakan betapa susahnya mencari uang dan mereka harus bangun lebih awal untuk mempersiapkan segala yang diperlukan. Apalagi sekarang lagi musim penghujan terkadang dagangan suka masih ada yang tersisa banyak. Saya selalu berdoa semoga kedua orang tua saya selalu diberi kesehatan sama Allah agar selalu bisa berusaha dan diberikan semangat agar terus selalu berusaha tanpa ada keluhan.

Semoga nanti saya bisa membahagiakan mereka pada masa tuanya. Amin......

Share:

5 comments:

  1. Amin, mudah-mudahan semua dagangannya kedua ortu kamu laku sampai habis :)

    ReplyDelete
  2. Hemm... memang bertemu orang tua yang jauh bisa ngobatin rindu kita. Semoga ente bisa bahagiain orang tua ente ya semangat!

    ReplyDelete