Header Ads

Malam Takbiran Bersama Bapak - Bapak

Setelah sebulan lama berpuasa akhirnya hari yang di tunggu - tunggu akan segera tiba dimana hari kemenangan dimana pada hari itu saya bisa makan ketupat bareng keluarga. Hari sabtu malam minggu seusai berbuka puasa saya pantengin terus acara di tv one. Sidang isbat atau yang kita ketahui sebagai penentuan 1 syawal yang di dalamnya di hadiri oleh beberapa ormas Islam yang ada di Indonesia. Untuk penentuan 1 syawal ini ada beberapa titik yang dipasang di seluruh penjuru Indonesia untuk melihat posisi hilal, dari beberapa titik tersebut ada yang melaporkan bahwa sudah ada yang melihat posisi hilal lebih dari 2 derajat jadi 1 syawal telah ditetapkan di hari minggu. Setelah beberapa menit sidang isbat selesai mesjid dan mushola yang ada di kampung saya sudah mulai mengumandangkan takbir. Alhamdulilah besok jadi lebaran.
Biasanya malam - malam takbir sebelumnya saya cuman diam di rumah dan berkumpul bersama keluarga, main ke rumah sodara dan menonton televisi.

Dari pada tidak ada kegiatan apa - apa dimalam takbiran mendingan pergi aja ke mushola terdekat toh ini kan bulan ramadhan setiap orang akan mendapatkan berkah ketika berbuat baik di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini salah satunya dengan mengumandangkan takbir di malam kemenangan. Setelah selesai sidang isbat di Tv One satu per satu mesjid yang ada di desaku sudah mengumandangkan takbir sedangkan aku belum lekas pergi ke mushola. Saya pikir nanti saja sehabis shalat Isya ke musholanya biar tambah rame barangkali disana sudah banyak orang yang mengumandangkan takbir.

Adzan Isya sudah berkumandang suasana takbir pun sejenak diganti dengan suara adzan, saya lekas mengambil air wudhu dan menunaikan shalat Isya di rumah nanti setelah Isya baru ke mushola. Ceritanya sudah rapi nih mau takbiran mana udah pake koko terus pake sarung terus pake peci segala pas datang ke mushola aku lihat ko enggak ada anak mudanya semuanya malah bapak - bapak. Saya pikir mungkin masih siang karna baru jam 8.00 malem anak muda kan biasanya datengnya pada malam - malam. Saya takbiran bersama bapak - bapak waktupun terus berjalan dan saya tunggu ko tidak ada yang datang lagi selain bapak - bapak anaka mudanya pada kemana gitu.

Jam 10.00 malam mataku sudah layu dan mulai mengantuk bapak - bapak masih semangat saja mengumandangkan takbirnya aku yang masih mudah malah sudah nundutan. Saya langsung pamit sama bapak - bapak yang ada disana.


Sumber gambar : http://catataniwariot.wordpress.com/2012/08/17/menyambut-hari-yang-fitri/