Header Ads

Buku Tabungan Ko Ditulis Tangan

Aku tidak tahu akan hal ini sampe - sampe aku di marahin sama petugas Bank nya dan keselnya lagi malah petugas Bank menertawaiku atas kesalahan ini. Kalau enggak salah waktu itu hari sabtu dan aku pun pulang ke rumah sembari jenguk keadaan nenek dan kakek. Sesampainya di rumah ayah ku nelpon katanya ada titipan uang yang lumayan jumlah nominalnya cukup besar, kata si ayah itu buat bayaran kuliah sama uang makan sisanya di tabung aja di bank biar awet. Asyik seneng dong udah di kirim uang, aku belum minta tunggakan si ayah udah ngirim uang perhatian banget sama aku,,,,, maklum anak satu - satunya hehheehhee.

Karna hari minggu Bank suka tutup dan kebetulan hari seninnya aku masuk kuliah itu jam 9.40 jadi masih ada waktu untuk nyimpen uang di Bank. Pagi - pagi sekali aku dibangunin sama si nenek, maklum kalau mau berangkat pagi harus di bangunin soalnya ada masalah sama bangun pagi. Bank bukanya jam 8.00 pagi aku start dari rumah jam 7.30 an. Setelah bank buka aku cepat - cepat masuk dan mengambil nomor urut, ah banyak ibu - ibu dan bapak - bapak yang ikutan ngantri aku sebagai yang masih muda akhirnya mengalah dan kebagian nomor 5.

Setelah menunggu akhirnya nomor antrianku dipanggil oleh salah satu petugas teller Bank dan aku pun menyetorkan uang dan buku tabungannya. Karna buku tabunganku udah cukup lama dan isinya penuh akhirnya oleh petugas teller Bank nya di ganti sama yang baru dan anehnya ko di buku tabungan yang baru belum ditulis apa - apa.

Dari bank, aku langsung berangkat ke kampus takut kesiangan kalau harus ke rumah dulu. Pendek cerita si ayah ngirim lagi uang, kata aku teh kenapa gak sekalian trasfer aja dari sana. Si aya cuman ngejawab,,, "Ribet ah kalau transfer takut salah" soalnya si ayah belum pernah nyoba transfer uang. Seperti biasa sebelum berangkat kuliah aku pergi ke Bank lagi untuk menyimpan uang tapi anehnya ko buku tabunganku ini kosong belum ketulis nama dan sebagainya.

Dengan rasa tidak tahu si buku tabungan itu malah aku tulis tangan, Nama, No Rek, dan yang lainnya. Sesampainya di bank nomor antrianku di panggil sama petugas teller dan akupun menyetorkan buku tabungan sama uangnya. Petugas teler heran, "Pak Irfan kenapa buku tabungannya di tulis tangan" dengan sepontan aku menjawab "Pak karna bukunya kosong enggak ada tulisannya, makanya aku tulis tangan". Petugas telernya malah ketawa dan aku jadi heran.

"Maaf ya pak, buku tabungan ini jangan di tulis tangan nanti kalo bapak setor di bank lain tidak akan diterima" teller nya sambil senyum - senyum. Sial aku jadi bahan ketawaan, kenapa juga waktu itu aku nulis di buku tabungan udah tahu buku yang sebelumnya di tulis sama komputer. Aku sempat malu sama tellernya dan mengingatkan kembali agar tidak di tulis ulang. Aku hanya manggut - manggut kepala aja nurut sama petugas teller Bank.

Akhirnya aku disuruh berkonsultasi dengan petugas Customer Service Bank untuk kembali membuat buku tabungan yang baru. Dengan menyerahkan KTP serta tanda tangan akhirnya buku tabungan ku yang baru jadi juga. Ini kejadian yang lumayan membuat aku malu :D


Sumber gambar : http://brikotakusuma.blogspot.com/2011/03/simpedes.html